REVIEW OPERASI FAM

(Re-View OPERASI FAM)
FIBRO ADENOMA MAME SURGERY



Hello Sahabat, 
Pengen sharing nih!  ke semua perempuan diluar sana mengenai pengalaman aku operasi FAM. 

Tentu tidak ada seorang pun yang berharap penyakit ini menimpa diri, ya kan!?. Namun, apabila sudah terjadi, apapun akan kita lakukan untuk sehat. Memang sehat baru terasa Mahal dan Berarti apabila kita sudah mengalami sakit.

Baiklah kita mulai!

Suatu hari aku merasakan nyeri di payudara. Nyeri nya itu seperti pedih-pedih tipis sekilas trus hilang. Bulan berikutnya aku rasakan kembali. Setiap bulan memang melakukan SADARI, namun tidak terdapat benjolan yang mencurigakan. Sampai pada satu ketika di tahun 2017 merasakan benjolan aneh kecil, di bagian payudara kiri dan ketiak kiri. Untuk memastikannya, Aku langsung pergi ke RSKB di Kota tempat tinggal  memeriksakannya dengan dokter spesialis bedah onkologi. Hasil pemeriksaan tidak ada benjolan yang mencurigakan, hanya infeksi karena demam,(karena waktu itu memang panas tinggi)

Lalu di tahun 2019 bulan November mulai merasakan hal aneh. benjolan yang tegas, padat, bisa di gerakan. Entah kenapa kali ini sudah yakin ini adalah FAM, karena baca-baca review dari blog. Di Bulan Desember aku ada praktek lapangan sehingga memutuskan untuk periksa setelah semua selesai. 

di Bulan Maret, Aku berangkat menuju RSKB, untuk periksa lagi dengan status pasien umum. Yap Hasilnya memang sesuai dugaan, FAM!... tanpa pikir panjang langsung ke fasilitas kesehatan pertama untuk mendapatkan rujukan agar bisa di operasi segera. Di saat itu aku belum memberitahu orang tua, karena aku tau mama pasti bakal stress mikirin anaknya.

Minggu berikutnya di Bulan Maret aku mendapatkan rujukan (rujukan online) ke RS yang sama dan dokter yang sama. Lalu daftar antrian konsul lagi dengan status pasien BPJS, sehingga mendapatkan surat rekomendasi rawatan atau operasi. Selanjutnya Booking kamar untuk operasi. Hal yang perlu dipersiapkan adalah membersihkan dibagian ketiak, membawa pakaian secukupnya handuk dll. 
(Sebelumnya aku yang awam dengan operasi, sempat terpikir, ini pake kateter ga ya, serem kan ya pake kateter dll, ga koq! ga pake sama sekali karna bius nya bius umum dan kita masih bisa kontrol pipis, dan kita masih bisa untuk berdiri ke toilet jika ingin pipis setelah operasi)

BTW, ini tanpa USG dll. (sepertinya dokter udah tau ini FAM).

Tgl 26 Operasi!
Rasa takut, Cemas, memang ada. Wajar karena ini pertama kali operasi. 
Tahapannya adalah :
  1. Persetujuan Informed Consent di Administrasi
  2. Pengukuran Tensi Darah, BB, TB
  3. Periksa darah di Laboratorium
  4. Mendapatkan gelang pasien, 
  5. Diantar ke Kamar,
  6. Istirahat hingga waktu Operasi (operasi jam 7.30 sudah berpuasa jam 13.00)
  7. Menuju Ruang Operasi
Masuk ke ruangan operasi hati dag dig dug, menunggu beberapa menit sambil tiduran, dan di bawa ke ruang operasi. Persis dengan review yang sudah pernah di baca, Lengan kanan dan kiri di bentangkan. Lengan kiri di pasang alat tensi darah, dan Lengan kanan di pasang alat infus, lalu sepertinya, bius di masukkan melalui alat tsb. Tidak terasa apa apa pada tubuh, tiba-tiba pandangan menuju lampu operasi menjadi semakin redup dan ..........
Tersadar ketika di ruangan berbeda, dan seperti baru tersadar dari tidur yang nyenyak, tidak terasa nyeri, namun ada perban yang melilit di dada, tensi meter di kaki dan selang oksigen di hidung. Perawat bertanya apakah pusing, ngantuk atau mual, tapi aku rasa itu seperti ngantuk sedikit pusing, Rasa mual tidak sedikitpun.
Tepat 9.30 terbangun di ruang pemulihan pasca operasi (karena lihat jam dinding) Saat itu di perlihatkan bejolan itu sekitar 2-3,5 cm.  Seperti dibawah ini :
Benjolan Padat, berbatas tegas, Bulat


Kembali ke kamar rawatan di Lantai 2, dan tidur ....dengan infus yang terpasang. Alhamdulilah berjalan lancar, sore berikutnya sudah boleh pulang. Dengan catatan luka belum boleh terkena air dan belum boleh di buka plaster luka hingga kontrol pertama seminggu setelah operasi. Lalu perban lilit dipakai sebagai pengganti bra sementara waktu, boleh di cuci di jemur kering dan di pakai lagi (suster bilang gitu)
Perban lilit

Sepulang dari Rumah Sakit, Makan malam minum obat, antibiotik dan penghilang rasa nyeri. Tidur telentang di hari pertama hingga keempat pasca operasi. Setelah itu bisa miring dengan sesekali dengan hati2. Makan makanan yang bergizi, sayur, buah, rutin setiap hari, tidur cukup dan tidak mengerjakan pekerjaan berat.  Alhamdulillah semakin membaik setiap hari.

Review ini ku persembahkan bagi perempuan muda di luar sana yang terkena FAM ataupun belum terkena hiduplah dengan pola hidup sehat, karena mencegah lebih baik mengobati. Rutinlah SADARI, deteksi secara dini. BTW, dapat info dari dokter faskes 1 aku, kalo ini adalah Warning! kalo menikah nanti hindari memakai Kb suntik dan pil. Makanan yang perlu di hindari adalah makan ayam ras (alias ayam potong) karena mengandung hormon estrogen. Karena hormon estrogen memiliki andil terhadap pertumbuhan FAM.

Bagi sahabat yang akan operasi ga usah takut, takut dan cemas di awal saja menuju ruangan operasi. Tapi, operasi FAM ngga sakit kok! tetap Semangat dan Jalani Hidup Sehat!, No micin, No Penyedap Aneh2, dan No Ayam potong (ayam suntik)  hehe Rajin Makan Sayur, Buah, dan makann bergizi!


Comments

Popular Posts